Di postingan review buku kali ini, aku mau bahas novel The Blanket Cats karya Kiyoshi Shigematsu yang diterjemahkan dari bahasa Jepang dan diterbitkan oleh Pastel Books.
Awalnya aku memilih buku ini tuh sebenarnya bukan karena isi ceritanya, tapi karena cover-nya. Cantik banget, ada gambar kucing di dalam selimut, kesannya lucu dan hangat. Jujur aja, aku langsung tertarik dari situ.
Sebelum beli buku ini, aku sempat bingung karena ada dua pilihan. Yang pertama The Perfume Shop, dan yang kedua The Blanket Cats. Karena nggak bisa mutusin sendiri, akhirnya aku lempar polling ke Threads. Dan ternyata, teman-teman di sana kebanyakan milih buku ini.
Pas aku cari tahu lebih jauh soal The Blanket Cats, eh ternyata makin menarik. Ceritanya tentang sewa-menyewa kucing, dan ternyata buku ini juga masuk international bestseller. Dari situ aku makin yakin, “oke, kayaknya aku harus coba baca buku ini.”
Sinopsis Buku The Blanket Cats
Buku ini bercerita tentang sebuah toko hewan bernama Blanket Cats yang menyewakan kucing selama 3 hari 2 malam. Kucing-kucing yang disewakan ini bukan kucing sembarangan, tapi kucing pilihan yang sudah terlatih untuk berpindah-pindah rumah dan bertemu penyewa yang berbeda.
Setiap kucing yang disewa sudah dilengkapi dengan satu paket lengkap: pet carrier, makanan, pasir, dan satu selimut khusus. Selimut ini bukan selimut biasa, karena sudah menemani si kucing sejak kecil. Selimut inilah yang membuat kucing tetap tenang selama berada di rumah penyewa.
Karena itu, ada aturan penting: selimutnya tidak boleh hilang dan tidak boleh dicuci. Kalau sampai hilang atau dicuci, kucing bisa stres. Selain itu, masih ada beberapa peraturan lain yang harus dipatuhi selama masa penyewaan.
Setiap kali kucing dari Blanket Cats disewa, selalu ada cerita haru yang terjadi. Seolah-olah, kehadiran kucing tersebut ikut membantu menyelesaikan permasalahan hidup si penyewa, meskipun sering kali tidak secara langsung.
Di dalam buku ini ada 7 bab, dan setiap bab menceritakan kucing yang berbeda-beda:
- Kucing calico dengan pasangan suami istri yang belum memiliki anak
- Kucing Maine Coon hitam dengan seorang pegawai wanita yang merasa hidupnya selalu sial
- Kucing Manx yang tidak memiliki ekor, bersama seorang anak laki-laki yang dianggap “sempurna” oleh ayahnya
- Kucing American Shorthair belang cokelat klasik dengan sebuah keluarga yang ingin membuat nenek mereka yang pikun merasa bahagia
- Kucing kampung yang galak dengan seorang penyewa kos
- Kucing American Shorthair bernama Tabby yang berpetualang sendirian (bab ini diceritakan dari sudut pandang si kucing)
- Kucing Russian Blue dengan sebuah keluarga yang akan pindah rumah
Setiap bab menghadirkan permasalahan hidup yang sebenarnya sangat dekat dan biasa dihadapi banyak orang. Tapi berkat kehadiran kucing-kucing dari Blanket Cats, mereka bisa menyelesaikan masalah dengan caranya masing-masing.
Review Novel The Blanket Cats
Setelah selesai baca The Blanket Cats, perasaan aku tuh... hangat. Bukan hangat yang lebay gitu, tapi perasaan hangat yang bikin pengen diem bentar.
Cerita di buku ini tuh sebenarnya cerita dengan permasalahan yang udah sering kita temui sehari-hari. Tapi dibawakan dengan penyelesaian yang unik, yaitu dengan melibatkan kucing sewaan. Ajaib memang, kucing yang cuma mampir selama 3 hari 2 malam tapi bisa bikin penyewanya menyelesaikan masalah dirinya.
Si kucingnya juga gak ngapa-ngapain, ini novelnya kan bukan novel fantasi, jadi si kucing di cerita ini ya cuma sebagai kucing pada umumnya. Diem, bermain-main, makan, tidur. Tapi entah kenapa, dari situ si manusianya jadi pelan-pelan berubah.
Sebagai orang yang punya kucing, aku juga kurang lebih mengalami hal yang sama dengan tokoh-tokoh yang ada di novel ini. Kucingku datang, aku rawat, dia duduk diem, bukan kucing ajaib yang bisa ngomong bahasa manusia juga, tapi makin ke sini, hati aku yang tadinya berat, berasa makin ringan.
Mungkin statement yang bilang "kucing itu bisa menyerap energi negatif pemiliknya" itu bener.
Setiap cerita di bab ini tuh beda-beda, bukan yang nyambung gitu. Aku bacanya pelan-pelan, satu cerita setiap hari, mikir dulu, baru lanjut lagi. Dan menurutku memang buku ini cocoknya dibaca kayak gitu.
Buat aku, buku The Blanket Cats ini bukan buku yang bisa bikin nangis bombay, tapi buku yang bisa bikin kamu sadar, kadang yang kita butuhin tuh bukan ceramah nasihat, tapi ditemani. Solusi paling pas itu justru datangnya dari diri sendiri.
Penutup dan Rekomendasi
Buat kamu yang suka dengan novel bertemakan kucing, buku ini udah pasti cocok buat kamu. Buku dengan cerita yang hangat dan dekat dengan permasalahan sehari-hari. Cocok banget buat jadi bacaan ringan sore hari.
Aku kasih nilai buku ini 4 dari 5 bintang. Dan aku harus jujur kalau ada beberapa part yang agak ngebosenin, tapi ini balik lagi ke selera masing-masing ya.
Dari ketujuh bab, aku paling suka bab ke-6 karena ceritanya diambil dari sudut pandang di kucing, juga cerita tentang kucing kampung yang galak karena ternyata si kucing punya background cerita yang bikin haru.
Segitu dulu aja review novel The Blanket Cats kali ini, kamu juga bisa lihat review buku lainnya di menu Books. Terima kasih sudah membaca dan jika mau diskusi, silahkan tulis di kolom komentar di bawah ini.

0 Komentar