Review Novel Horror Sewu Dino, Simpleman (Trilogi Sewu Dino #1)


novel horror sewu dino

Judul : Sewu Dino 
Penulis : Simpleman 
Penerbit : Bukune 
Tebal Buku : 230 Hal 
Genre : Horror, Thriller

Sewu Dino merupakan santet yang bisa menewaskan satu keluarga. Berawal dari perebutan kekuasaan antara 7 keluarga besar yang dinamakan Trah Pitu hingga terjadilah peristiwa beruntun yang menewaskan satu per satu anggota keluarga Atmojo. Akankah Karsa Atmojo bisa mempertahankan Dela yang jadi satu-satunya keluarganya yang tersisa?

Sekilas Isi Novel Sewu Dino

Karsa Atmojo harus mempertahankan nyawa cucu satu-satunya yang bernama Dela dari ambang kematian. Keluarganya terkena santet yang dinamakan Sewu Dino, dan santet ini bisa membunuh satu keluarga besar selama 1000 hari. Dari semua keluarganya, hanya Dela lah yang berhasil diselamatkan. Dela harus bertahan hidup selama 1000 hari agar santet ini berakhir. Tentu saja santet ini bukan sembarang santet, dan tidak sembarang orang bisa melakukannya. Kekuatan terbesar untuk menggerakan santet ini adalah dendam yang amat mendalam.

Cerita dimulai dengan Sri yang diterima di keluarga Atmojo hanya karena dia lahir Jumat Kliwon. Sri yang tadinya melamar untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah utama keluarga Atmojo beralih tugas menjaga Dela Atmojo. Sri dikirim ke rumah ditengah hutan karena Dela berada di sana. Sri harus merawat dan mengasuh Dela layaknya anak bayi namun dengan ritual-ritual tertentu. Tentu saja Sri merasa janggal, namun karena kebutuhannya akan uang, dia mengacuhkannya.

Ternyata tugas Sri tidak hanya merawat Dela Atmojo saja, Sri terkejut karena kedatangannya mengharuskan juga ia menyelamatkan Dela. Apakah Sri akan berhasil melawan santet menyeramkan ini dan menyelamatkan Dela?

Pengalaman Saat Membaca Novel Ini

Awalnya aku agak kecewa setelah membaca buku simpleman pertama yang berjudul KKN Di Desa Penari, namun novel Sewu Dino ini memiliki cerita dan alur yang tidak biasa. Pada saat aku memperbaharui tulisan ini. Buku trilogi Sewu Dino ini sudah rilis dengan judul Sewu Dino, Janur Ireng, dan Ranjat Kembang. Semuanya masih ada hubungannya dengan Trah Pitu ini.

Banyak sekali unsur novel yang menurutku berkembang pesat, mulai dari segi cerita yang merupakan horror klenik Jawa. Narasinya berhasil bikin deg-degan, perkembangan karakternya bagus banget, ga nyesel memang baca novel ini.

Baca ini tiba-tiba terbayang Pengabdi Setan. Bedanya setiap keluarga di sini memiliki perewangan atau peliharaan makhluk halus sejenis iblis yang bisa diminta untuk melakukan A B C dan menjaga seluruh keluarga turun temurun.

Selain horor, unsur thrillernya juga ada. Karena memang ada pertumpahan darah juga. Baca ini bikin aku harus makin hati-hati kalau udah nyangkut masalah per-klenik-an. Karena yang bisa terlibat bukan hanya diri sendiri, tapi keluarga kita juga.

Aku Rekomendasikan Buku Ini Untuk....

Kamu yang suka horor klenik tapi masih ingin merasakan ketegangan thriller. Baca buku trilogi sewu dino simpleman. Ga akan bikin kamu kecewa.

Review ini juga bisa didengarkan dan ditonton melalui link di bawah ini

Youtube channel Teman Buku

Spotify channel Teman Buku

Link lainnya

Klik >> Review Buku untuk postingan seputar ulasan buku.

Klik >> Stories untuk postingan seputar daily life.

Klik >> Channel Teman Buku untuk melihat video seputar buku di Youtube.

Klik >> Podcast Teman Buku untuk mendengarkan podcast seputar buku di Spotify.


Posting Komentar

24 Komentar

  1. jujur saya bukan penggemar novel, tapi mulai tertarik untuk menulis cerita jadi mesti butuh banyak bacaan agar lebih mudah mendapat ide menulis,

    baca beberapa review novel salah satu cara untuk menentukan pilihan apakah akan lanjut membaca novel tsb atau tidak hehe, jadi sangat berterima kasih kepada reviewer buku yang sudah membagikan hasil ulasannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. nulis cerita apa nih kak? boleh nanti di share ya kak!

      Hapus
  2. Secara tidak langsung novel ini mewanti-wanti untuk menjaga hubungan diri kita dengan orang lain, karena kalau ada masalah bukan hanya kita tapi dibelakang kita ada keluarga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener banget, apalagi urusan per-klenikan itu ngeri banget. Ga kelihatan rona-nya tiba-tiba kerasa akibatnya.

      Hapus
  3. wah klo KKN di desa penari tuh sempet banget heboh dan viral di Twitter yaa, cerita soal sewu dino ini pasti menegangkan nih ya, ngeri-ngeri sedap sama adegan2 mistis dan santet-santetan nya haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau di film pokoknya ngeri kayak pengabdi setan.

      Hapus
  4. Membaca novel horor belum pernah sih. Selama jnj hanay membaca novel bergenre motivasi, inspirasi. Pasti pas baca yang serem-serem ssmakin serem pas ngebayangin. Thanks infonya Kak. Boleh juga sepertinya next jadi referensi nivel yang harus dibaca

    BalasHapus
  5. Dari nama penulisnya aku kayak prnh tahu, ternyata pemilik akun Twitter yg dlu ngetweet ttg KKN di Des Penari ya. Btw gak nyangka mbaknya suka buku bergenre horror :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaaa, suka perhantuan. dulu malah berpikir untuk bisa melihat hantu, sangking desperatenya sama yang masih hidup.

      Hapus
  6. Aku belum pernah baca novel horor sih. Sukanya sama film horor. Tapi disini super lengkap untuk reviewnya, dari youtube, podcast dan juga blog. Memang recomended banget deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi makasih. definisi kurang kerjaan ini kak. sekarang udah banyak yang dikerjakan podcastnya agak terbengkalai sebenarnya.

      Hapus
  7. Saya sebenernya penakut, tapi kadang baca horror juga, dengan catatan kalau ceritanya ngangkat makhluk tertentu masih ga mau.

    Pas baca soal santet sih tertarik, tapi ternyata ada makhluk halus jadi mundur lagi saya buat bacanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha kalau bawa persantetan pasti ga jauh dari makhluk gaib

      Hapus
  8. Semoga KKN Di Desa Penari segera tayang dan laris. Kemungkina Sewu Dino ini juga bakal difilmkan kalau KKN laris.

    Sebagai pecinta horor thriller, tentu aku tertarik sekali melihat Sewu Dino di layar lebar. Soalnya sekarang sudah jarang baca buku fiksi, lebih suka nonton.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener, aku nunggu filmnya tayang kok ya belum ada kabar lagi ya.

      Hapus
  9. Kaget baca kalimat pertama... "Sewu Dino merupakan santet..." . Saya orangnya takut sama film horor, baca novel mungkin juga takut. Jadi salut sama kak Irma yang berani baca novel horor.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi memicu adrenalin kak, daripada naik wahana roller coaster.

      Hapus
  10. KKN di desa penari memang agak kurang unsur horor dan surprise nya karena kita baca terus di mana mana, sejak jadi cerita bersambung di Twitter!

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener, udah gitu bukunya plek jiplek sama thread twitternya. cuma ditambah epilognya aja.

      Hapus
  11. Aku orangnya visual banget kak, gak berani baca novel horror gini. Pasti kebayang-bayang, berasa diikuti, pokoknya jadi takut. Haha


    Ceritanya ngeri ya, sewu dino, jadi penasaran, apa hal ini juga terjadi di dunia nyata. Soalnya aku orang jawa dan tinggal di jawa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau ada info santet ini nyata, kabarin aku ya kak. aku pun penasaran.

      Hapus
  12. Aku sebenernya bukan orang yang suka genre horor, apalagi kalau ceritanya tentang Santet-santet begitu, hihi
    Tapi baca resensi dan juga review di videonya, aku jdi penasaran gimana endingnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi ayo dibaca kak, seru kok ini. kayak baca novelnya Stephen King. mirip-mirip begitu lah vibesnya, cuman ada nuansa lokal.

      Hapus