Pernah suatu hari aku baca utas seseorang di threads, dia bertanya "kapan pertama kali kamu suka baca buku?". Pikiranku langsung flashback ke 30 tahun yang lalu. Dimana aku masih TK waktu itu. Aku masih ingat, buku pertama yang membuat aku jatuh cinta pada buku adalah ensiklopedia antariksa.
Saat itu, meski belum lancar memahami kosakata, tapi aku sangat menyukai buku ini karena penuh dengan gambar alam semesta yang menarik. Galaksi, planet-planet, bintang bertebaran, awan raksasa bertaburan bintang-bintang, komet, dan masih banyak lagi.
Bahkan, gak perlu membaca keseluruhan buku itu pun, aku sudah hampir memahami semua isinya.
Kenapa Buku Ensiklopedia Antariksa Ini Menarik
Karena aku suka dengan sesuatu yang penuh dengan misteri, makanya aku betah membaca buku ini. Selama membaca buku ini, aku benar-benar takjub dengan alam semesta di luar planet bumi ini.
Sejak membaca buku ensiklopedi antariksa ini, aku jadi tahu bahwa planet yang ada di tata surya ini berjumlah 9 planet termasuk Pluto (dulu Pluto masih masih ke dalam anggota Tata Surya). Bagaimana mereka mengelilingi matahari, dan matahari merupakan bintang.
Aku juga jadi tahu juga bahwa tata surya kita ini berada dalam sebuah galaksi yang besar, bernama Bima Sakti. Dan selain Bima Sakti, ada juga galaksi bernama Andromeda.
Saat itu aku sudah berpikir bahwa manusia yang ada di bumi ini, hanya setitik debu dari luasnya alam semesta.
Anak sekecil itu sudah berpikir layaknya filosof, aku juga jadi takjub sama diriku saat kecil. Hehe.
Dampaknya Ke Kebiasaan Membaca Lain
Semenjak itu, rasa penasaranku terhadap buku memuncak. Setiap kali ada buku di hadapanku, aku langsung mengambilnya dan membacanya, tidak peduli mau buku apa.
Jujur, aku pernah membaca buku tentang sejarah Indonesia yang masih memakai ejaan lama. Aku juga pernah membaca komik adzab neraka. Majalah fashion juga pernah. Pokoknya kalau ada buku, pasti aku ambil dan baca. Terlebih jika buku itu ada gambarnya.
Membaca buku buatku jadi ajang hiburan kala itu. Percaya atau gak, yellow pages aja aku baca lho. 😆
Dari Enskiklopedi Ke Buku Lain
Hobiku membaca buku memang berawal dari ensiklopedi yang tidak sengaja aku temukan di rumah nenek. Tapi setelah itu, tidak banyak buku yang aku baca, apalagi buku dengan tipe atau genre yang spesifik. Aku yang dulu, agak kesulitan membeli buku dengan harga yang lumayan. Apalagi jika bukunya hanya untuk hiburan.
Tapi aku tidak menyerah disitu saja.
Ibuku juga suka membaca. Dia suka membeli majalah islami, nama majalahnya "Hidayah". Majalah yang dulu disebut-sebut majalah SERAM, tapi aku suka ikut membacanya.
Ibuku juga terkadang membelikan majalah Bobo, uangnya dipotong dari uang jajanku.
Bener-bener deh, jaman dulu, bisa beli buku yang dimau itu merupakan sebuah priviledge.
Tapi sekarang, setelah dewasa, membeli buku tidak lagi susah. Aku bisa beli 1-2 buku setiap bulannya. Bahkan pernah beli belasan buku dalam 1 bulan. Sekarang juga bahkan punya rak buku sendiri.
Untuk sekarang, aku suka baca buku novel bergenre horror, misteri, thriller, dan fiksi sejarah. Aku juga suka baca buku non fiksi bertemakan pengembangan diri dan sejarah.
Sekarang, pokoknya, bisa beli dan baca buku apapun yang aku suka. Inner child aku terpenuhi. Hehe.
Hanya Perlu 1 Buku Untuk Jatuh Cinta Pada Membaca
Ungkapan "hanya perlu 1 buku untuk jatuh cinta pada membaca" memang benar. Aku bukan anak yang tumbuh di keluarga akademisi, tapi aku bisa jatuh cinta pada membaca hanya karena 1 buku saja, Ensiklopedia Antariksa.
Meski begitu, aku sangat bersyukur sekali. Kecintaanku pada membaca, membuka banyak sekali wawasan. Membuka jendela dunia yang tidak pernah bisa aku temui secara langsung, tapi aku bisa merasakannya lewat buku.
Kalau kamu saat ini juga ingin sekali punya kesukaan terhadap membaca buku, kamu bisa coba temukan buku yang bikin kamu jatuh cinta kayak aku.

0 Komentar