Aku seorang ibu rumah tangga dengan 2 anak. Yang satu sudah SD, sedangkan yang satu lagi masih bayi. Membaca jadi satu-satunya kegiatan menenangkan yang aku pilih. Aku bisa fokus dan tenggelam ke dalam sebuah cerita, menikmati waktu luang dalam kesendirian.
Tapi, itu dulu.
Sekarang, terlalu banyak distraksi.
Awal Mula Kehilangan Minat Baca
Awal mula aku kehilangan minat baca itu sekitar hampir 1 tahun lalu. Saat itu aku sudah memprediksi bahwa aku akan kehilangan sebagian besar waktu luangku karena anak keduaku sudah lahir. Dan ya, sehari-hari aku sibuk beberes rumah, menyusui, dan mengurus keperluan sekolah anak pertama.
Dari situ, rasanya untuk mendapatkan kembali waktu bersantai sambil membaca buku rasanya sangat sulit. Lambat laun, aku pun kehilangan minat untuk membaca. Waktuku aku habiskan untuk scrolling media sosial mencari hiburan singkat yang bisa aku dapatkan selagi aku menyusui. Selain itu? Aku tertidur. Menyusui ternyata semelalahkan itu.
Bagaimana Caraku Mempertahankan Minat Baca?
Aku berusaha mati-matian dengan menggunakan berbagai cara untuk mempertahankan minat bacaku, atau bahkan berusaha agar mengembalikan "sparks joy" saat aku mendapatkan buku baru dan membacanya. Rasa yang saat ini sudah hilang ditelan kesibukan yang melelahkan.
Dan di bawah ini, aku rincikan cara-cara bagaimana aku mempertahakan minat membacaku.
1. Tetap Membeli Buku
Mungkin ini terkesan implusif, tidak bijak dalam mengelola uang, atau dalam artian kasar, "boros". Tapi percayalah, dengan tetap membeli buku, setidaknya 1 buku setiap bulannya, aku selalu berpikir bahwa ada buku yang menungguku untuk aku baca dan aku harus bisa meluangkan waktu untuk membaca buku-buku itu.
2. Simpan Buku Di Samping Tempat Tidur
Cara kedua yang aku terapkan adalah selalu menyimpan 1 buku di samping tempat tidur. Jujur, ini "works". Karena setiap kali aku sudah lelah memegang ponsel dan mataku masih sulit terpejam, aku akan mengambil buku dan membaca beberapa halaman.
Oh iya, kalau kamu terbiasa tidur dalam gelap, penting untuk menyediakan lampu baca. Ini akan sangat membantu.
3. Baca eBook/Buku Digital
Kata orang, alih-alih waktu dipakai scrolling, lebih baik baca buku, ini ada benarnya. Maka dari itu aku selalu meminjam 1 buku digital dari perpustakaan digital seperti ipusnas untuk menjadi bahan bacaan cadangan kalau aku tidak memungkinkan membaca buku fisik.
Walaupun lagi-lagi, hanya bertahan beberapa halaman saja karena membaca pakai ponsel itu bikin mata pusing.
4. Membeli eReader Baru
Sejujurnya aku tidak menyarakankan ini, karena ini jadi bikin kamu impulsif dan tidak bijak dalam mengelola uang. Tapi ya memang ini yang aku lakuin dan lumayan berhasil.
Aku udah punya kindle, udah punya ereader android juga, tapi baru-baru ini aku juga beli ereader mini dari XTEINK. Device mini ini yang berhasil bikin aku bertahan baca selama 1 jam penuh, walaupun bacanya lelet.
Next aku bakal bikin review soal ereader mini ini ya!
5. Jangan Terpaku Di Satu Buku
Kayaknya ini tips paling bagus deh dibanding sebelumnya, haha.
Yup, kalau minat baca lagi turun, jangan terpaku dengan satu buku. Kamu boleh, kok, ngacak buku yang kamu punya sampai kamu nemu buku yang bikin kamu tidak menoleh ke hal lain. Salah satu buku yang bikin aku begini adalah "Teka Teki Rumah Aneh", sebuah buku misteri dengan layout tulisan yang berbeda karena dia isinya percakapan gitu. Aku menyelesaikan buku ini hanya dalam 1 minggu.
Tips Lain Yang Bisa Kamu Coba
Ada beberapa tips lain yang bisa kamu coba. Misalnya, kamu bisa coba menurunkan goals membaca kamu. Kalau yang biasanya kamu harus beres 1 buku dalam 1 minggu, ya coba aja jadi 1 buku dalam 1 bulan. Kamu bisa bagi target jumlah halaman per harinya. Jadi lebih ringan, tapi buku tetap akan beres dibaca.
en
Atau mungkin kamu bisa ikut club buku, ini memang khusus untuk yang single atau ibu yang sudah keluar dari "flaminggo era". Karena ketika kita memiliki teman yang punya tujuan yang sama, akan secara otomatis membangkitkan semangat juga.
Semangat Membaca Buku, Semangat Membuka Jendela Dunia
Seperti pepatah yang mengatakan "Buku adalah jendela dunia", kita memang tidak bisa mengabaikan aktivitas membaca. Apalagi jika dari awal membaca jadi satu-satunya cara kita untuk kabur sejenak dari pusingnya menghadapi dunia nyata sehari-hari. Atau mungkin jadi satu-satunya cara agar tetap teredukasi. Meski malas, kita tetap harus membaca buku.
Jika memang kendalanya adalah waktu, tetap luangkanlah walau hanya 10 menit sehari. Jika kendalanya adalah uang, carilah buku pinjaman via perpustakaan fisik atau perpustakaan online yang memberikan pinjaman buku secara gratis. Beruntung saat ini sudah banyak perpustakaan online yang bisa kita akses meski perpustakaan fisik sulit dijangkau.
Meski penutup artikel ini terkesan sok bijak, tolong dimaklum lah ya, soalnya bingung mesti nulis apaan lagi. Yuk, tetap membaca! Semangat!

0 Komentar