Cara Hidup Bebas Damai Tanpa Konflik, Review Berani Tidak Disukai

 

Berani tidak disukai

Judul: Berani Tidak Disukai
Penulis: Ichiro Kishimi, Fumitake Koga
Penerbit: Gramedia
Tebal Buku : 344 Halaman

Membaca buku ini bisa mengubah hidup anda. jutaan orang sudah menarik manfaat darinya. sekarang giliran anda.

Berani Tidak Disukai, yang sudah terjual lebih dari 3,5 juta eksemplar, mengungkap rahasia mengeluarkan kekuatan terpendam yang memungkinkan Anda meraih kebahagiaan yang hakiki dan menjadi sosok yang Anda idam-idamkan.

Apakah kebahagiaan adalah sesuatu yang Anda pilih? Berani Tidak Disukai menyajikan jawabannya secara sederhana dan langsung.

Sekilas Buku Berani Tidak Disukai

Buku ini berisi tentang percakapan seorang filsuf dan pemuda yang membicarakan tentang makna kehidupan selama lima malam berturut-turut. Sang filsuf dan pemuda saling beradu argumen, namun semua argumen sang pemuda dibantah habis oleh sang filsuf.

Dengan teori filosofi Adler, sang filsuf mengatakan bahwa 
  1. Amarah hanyalah sebuah alat yang digunakan manusia untuk mencapai tujuan.
  2. Trauma itu tidak ada, itu hanyalah sebuah alat untuk membenarkan suatu kondisi.
  3. Semua orang bisa berubah tanpa terkecuali
  4. Pentingnya penerimaan diri
  5. Segala masalah yang terjadi berasal dari hubungan interpersonal
  6. Pelajari pembagian tugas
  7. Jangan hidup untuk memenuhi ekspektasi orang lain
  8. Beranilah untuk hidup normal, berani untuk tidak disukai
  9. Pahami Prinsip kesetaraan
Hidup bebas bukan berarti kamu bisa hidup sesuka hati. Hidup bebas di sini artinya kamu hidup tanpa terpengaruh oleh ekspektasi orang lain. Hidup normal pun memiliki arti yang mirip. Ketika kamu berani hidup normal, kamu akan berani untuk tidak disukai. 

Orang jaman sekarang, terkadang memaksakan diri untuk hidup diatas kenormalan yang bisa mereka lakukan. Untuk apa hidup diatas normal, harus mengejar lifestyle mereka jika memang itu akan menyakiti dirimu sendiri? Kamu jadi harus berhutang, kamu jadi pusing dengan tagihan, dan hal lainnya. Normal berarti hidup bebas tanpa beban tagihan seperti tadi, berani tidak disukai artinya hidup bebas tanpa pengaruh ekspektasi orang lain.

"Bukan dunia yang rumit, kamulah yang membuatnya rumit"

 

 Cara Hidup Bebas Damai Tanpa Konflik

Semua orang pasti ingin hidup damai tanpa masalah, namun memang hakekatnya manusia pasti tidak akan bisa lepas dari masalah, terutama masalah sosial. Menurut sang filsuf, segala hal masalah yang terjadi di dunia ini berasal dari masalah interpersonal.

Masalah interpersonal adalah masalah yang timbul akibat hubungan satu manusia dengan manusia lainnya. Contohnya, patah hati tentu karena ada pasangan yang tidak sesuai dengan ekspektasi atau harapan kita tentang planning kehidupan cinta kedepan. Obsesi terhadap diet, tentu itupun karena adanya stigma masyarakat tentang wanita cantik itu harus langsing, tinggi, rambut indah, muka tirus, kulit putih dan sebagainya. Jika diluar dari ciri-ciri diatas maka akan di cap kurang cantik oleh orang lain.

Intinya semua masalah dalam hidup kita ditimbulkan oleh adanya perbedaan ekspektasi dari satu orang terhadap orang lain.

Lalu, bagaimana caranya hidup bebas damai tanpa konflik atau tanpa masalah?

Sesuai dengan yang aku baca di dalam buku ini, ada beberapa tips yang bisa dipakai agar kamu bisa sedikitnya terhindar dari masalah ini.

1. Kamu hidup bukan untuk memuaskan ekspektasi orang lain

Kenapa? karena jika terus-menerus hidup untuk memuaskan ekspektasi orang lain kamu akan kelelahan sendiri. Kamu akan merasa capek dan merasa tidak berguna. Kamu akan mulai menyalahkan diri sendiri dan akhirnya pasti tidak baik. Sebenarnya yang terpenting dalam hidupmu bukan orang lain, melainkan dirimu sendiri. 

Mulailah untuk memperhatikan dirimu, perhatikan ekspektasimu, harapanmu tanpa melibatkan orang lain. Hal ini bisa membuatmu lebih merasa menghargai dirimu sendiri.

2. Ada hal-hal yang tidak bisa kamu kontrol didunia ini

Pikiran orang lain, tanggapan orang lain, perilaku orang lain tentu tidak bisa kamu kontrol. Biarkan mereka dengan pikiran, tanggapan,dan perilakunya sendiri, meskipun kamu tidak disukai dengan apa yang mereka lakukan tapi bukan tugasmu untuk memperbaikinya. 

Yang harus kamu perhatikan adalah, pikiranmu, tanggapanmu dan perilakumu karena itulah yang ada di kuasa kontrolmu.

3. Pahami prinsip kesetaraan

Kamu harus memahami prinsip kesetaraan ketika sedang berinteraksi sosial. Prinsip kesetaraan adalah sebuah prinsip di mana kamu menganggap semua orang adalah kawan seperjuanganmu. 

Jika kamu sudah memahami prinsip ini, kamu akan bisa menganggap orang lain bukan lawan ataupun saingan. Ketika prinsip ini diterapkan, tidak ada lagi hal yang bisa memicu konflik. Mungkin memang ada, tapi balik lagi ke poin 2, akan selalu ada hal yang tidak bisa kamu kontrol.

4. Berani tidak disukai

Dalam suatu hubungan sosial adakalanya manusia selalu ingin disukai oleh orang lain. Bahkan, dalam lingkup pergaulan ada pula orang yang memaksakan diri karena ingin diterima dalam pergaulan tersebut. Seperti, memakai pakaian branded atau memakai ponsel dengan model terbaru. Tentu hal ini akan menyiksa kamu.

Untuk itu perlu sekali menekankan bahwa 'it's okay to be dislike by people'. Kamu harus hidup sesuai dengan keinginanmu sendiri, bukan keinginan orang lain. Kamu harus tampil seadanya dirimu, bukan tampil bermewah-mewah karena ingin disukai orang lain. 

Kembali ke poin no. 1 'Kamu tidak hidup untuk memuaskan ekspektasi orang lain'. Jika kamu sudah berani untuk menjadi normal, berani untuk tidak disukai, maka kedamaian akan hadir dalam dirimu.

Kesan-Kesan

Aku tidak bisa bilang pembahasan di buku ini ringan hanya karena layout narasinya berbentuk dialog atau percakapan. Buku ini punya pembahasan yang cukup berat. Karena aku termasuk orang yang mikirnya agak lamban kalau baca buku non-fiksi jadi memang perlu banyak waktu untuk memahami keseluruhan isi buku.

Buku ini setidaknya kamu harus baca, walaupun hanya sekali. Karena ilmu yang ada di dalamnya akan sangat bisa diterapkan untuk kamu sekarang, 10 th, 20th, bahkan 50th lagi.

Hubungan sosial antar manusia itu memang tidak bisa dihindari, konflik selalu terjadi yang bahkan terjadi dalam diri sendiri. Tapi jika ditelaah, pemicunya tetap berhubungan dengan manusia lainnya.

Tonton versi lainnya melalui kanal Youtube Teman Buku


Posting Komentar

0 Komentar