Kesurupan Macan Putih Berakhir Tragis - Lelaki Harimau, Eka Kurniawan


review lelaki harimau



Judul: Lelaki Harimau
Penulis : Eka Kurniawan
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku : 198 Halaman

Lelaki Harimau adalah peraih penghargaan Book of the Year IKAPI 2015. Telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Prancis, Italia, Jerman, dan Korea.

Pada lanskap yang sureal, Margio adalah bocah yang menggiring babi ke dalam perangkap. Namun di sore ketika seharusnya rehat menanti musim perburuan, ia terperosok dalam tragedi pembunuhan paling brutal. Di balik motif-motif yang berhamburan, antara cinta dan pengkhianatan, rasa takut dan berahi, bunga dan darah, ia menyangkal dengan tandas. “Bukan aku yang melakukannya,” ia berkata dan melanjutkan, “Ada harimau di dalam tubuhku.”

Sekilas Isi Novel Lelaki Harimau

Pada suatu pagi Margio ditemukan telah membunuh Anwar Sadat dengan cara yang bengis. Anwar sadat adalah orang yang sudah memperlakukannya seperti anak sendiri, berbeda dengan ayahnya yang kejam dan sering memukul dan juga merupaka ayah kandung dari kekasihnya, Maharani.

Dia mencabik leher Anwar Sadat hingga nyaris putus dengan giginya sendiri. Dia pergi dengan berlumuran darah di mulut dan lehernya dan nyaris disangka korban pemukulan oleh temannya sendiri. Namun ada saksi mata yaitu Ma Soma. Saat ditanya, dia berkata "Bukan aku pembunuhnya, ada harimau di dalam tubuhku".

Isu Sosial Yang Ditonjolkan

1. Kekerasan rumah tangga yang dilakukan sang ayah
2. Perselingkuhan sang ibu
3. Egoisme manusia, ketika harga diri menutup segala keterbukaan dan amarah menjadi alat untuk menutupi ketidakberdayaan
4. Rasa sayang anak terhadap orang tua

Kesan setelah membaca

Pembaca sengaja dibuat penasaran dengan menempatkan konflik klimaks di awal bab, hingga pembaca harus mencari tahu apa penyebab dari peristiwa mengerikan ini.
Kita diajak memutari sejarah awal mula kenapa Margio dan keluarganya sampai di sana, hubungan Margio dan Anwar Sadat, dan hal lainnya yang berhubungan dengan peristiwa ini.

Mungkin kamu akan dibuat kesal ketika membaca ini, karena selama membaca dari bab per bab , kamu akan dibuat menebak-nebak alasan pembunuhan ini. Dan ternyata alasannya hanya satu kalimat saja. Satu kalimat yang membuat Margio naik pitam dan Harimau di dalam tubuhnya keluar dengan serta merta.

Narasi yang digunakan agak berlogat melayu, aku agak bingung dengan latar tempat di novel ini, pernah disebutkan Tanah Deli, yang kita tahu ada di Medan. Tapi disebutkan juga makam Budi Dharma, yang kita tahu ada di daerah Jakarta Utara

Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang ketiga.

Seperti buku eka kurniawan yang sebelumnya, di buku ini pun penulis membuat narasi yang blak-blakan, ketika memang itu adegan kekerasan, dideskripsikan sesuai dengan fakta kekerasan rumah tangga yang biasa terjadi, dan berlaku juga untuk adegan seksualnya.

Ada unsur magis di dalamnya, di mana beberapa orang di daerah tertentu masih percaya dengan adanya makhluk penjaga serupa hewan buas dengan ukuran yang tidak biasa, diturunkan secara turun temurun dari leluhurnya.

Untuk review buku lainnya bisa klik menu Books
Kerjasama review dan lainnya bisa email ke nurhayati.irma20@gmail.com

Posting Komentar

0 Komentar