Kisah Si Cowok Dekil Idaman Wanita | Parable - Brian Khrisna

 

review parable brian khrisna

Halo semuanya, hari ini kita akan membahas buku fiksi lagi. Namun berbeda genre dari yang biasanya aku bahas. Karena kali ini aku akan membahas buku bergenre romance atau kisah percintaan.

Buku yang akan kita bahas kali ini berjudul Parable yang ditulis oleh Brian Khrisna , yang rilis di tahun 2021. Brian Khrisna ini merupakan salah satu penulis asal Bandung, dan Parable ini merupakan buku ke-6 setelah bukunya yang berjudul 'Museum of Broken Heart'.

Aku sendiri pertama kali baca buku karya Brian Khrisna ini yang judulnya Kudasai. Novel Kudasai sendiri memiliki kisah romansa menyayat hati, namun disela-sela kisah romansa yang disajikan, Brian menyematkan adegan-adegan komedi yang berhasil membuat aku tertawa terpingkal-pingkal. Dan hal ini, menjadi ciri khas dari penulis Brian Khrisna.

Lalu bagaimana kisah di Parable ini? Apakah seperti buku sebelumnya, kisah romansa menyayat hati yang diselingi adegan komedi pengocok perut? 

Sekilas Novel Parable - Brian Khrisna

parable-brian khrisna

Sadewa Sagara atau yang akrab dipanggil Dewa adalah seorang murid SMA yang digambarkan memiliki tubuh kekar namun memiliki tampang jelek dan otak bodoh. Nilainya dikelas selalu remedial, bahkan untuk pelajaran paling mudah sekalipun, seperti penjaskes. 

Kisah cintanya tidak pernah mulus, nembak 23 kali ditolak 24 kali. Dan kalau si Dewa ini berjalan, semua mata mengarah padanya dengan tatapan takut. Dewa ini selain jelek, tampangnya memang kayak kriminal.

Tidak hanya itu, Dewa juga termasuk orang yang tidak mampu. Rumahnya berada di samping sungai, yang sewaktu-waktu bisa kesapu luapan air sungai kalau banjir. Mata pencaharian utama keluarga dewa, selain ayahnya yang bekerja di pabrik, ibunya membuka warung makan tepat di depan rumah petaknya.

Dewa bersahabat dengan Edward Cantona atau yang akrab disapa Edo dan juga Alyssia atau Cia. Bukan berarti Dewa tidak mau memiliki teman yang banyak, tapi memang hanya mereka berdualah yang mau berteman dengan Dewa.

Edo, seorang anak dari orang kaya raya yang memiliki rumah besar dengan fasilitas serba mewah, dia pintar dan sangat tampan hingga semua murid perempuan naksir sama dia. Dan Cia, seorang anak dari atasan ayahnya, pintar dan juga anggota OSIS di sekolah.

Melihat teman-temannya yang kaya, pintar dan rupawan, Dewa merasa kalau dia tidak akan pernah menjadi peran utama bahkan dalam hidupnya sendiri. Apalagi setelah Edo dan Cia berpacaran. Satu sisi Dewa menginginkan Cia, namun di sisi lain Dewa tidak mau Edo sedih karena Edo-lah yang banyak membantunya. Namun Cia tetap bersikukuh bahwa hatinya bukan milik Edo.

Bagaimanakah akhir kisah cinta mereka? Akankah Dewa bisa jadi peran utama dalam kisah cintanya?

Konyolnya Tingkah Edo dan Dewa | Friendship Goal of Parable

Sebelum aku membahas soal kepenulisan dan pesan moral aku mau bahas dulu soal persahabatan Edo dan Dewa. 

Mereka berdua bisa dibilang seperti langit dan bumi. Edo yang kaya, pintar dan ganteng, sedangkan Dewa, miskin, bodoh dan jelek. Benar-benar langit dan bumi, seperti pembantu dan majikan. Kurang lebih begitulah yang digambarkan penulis. Tapi persahabatan mereka benar-benar tulus. Rasanya, di dunia nyata saja akan susah menemukan persahabatan semacam ini.

Tingkah konyol mereka dalam novel ini mengisi hampir keseluruhan isi novel. Mereka berhasil mengocok perut pembaca dengan lawakannya dan beberapa tingkah spontannya. 

Kisah persahabatan mereka bisa membuat iri semua pembaca. Benar-benar friendship goal tanpa ada yang merasa dimanfaatkan. 

Namun memang layaknya remaja laki-laki, candaan mereka kebanyakan lebih ke saling menghina. Apalagi soal menghina nama Bapak kandung. Mungkin bagi sebagian orang akan merasa risih, tapi coba deh kamu ingat-ingat lagi, pasti salah satu temanmu di SMA atau SMP atau bahkan SD mungkin pernah membuat lelucon soal nama Bapak Kandung walaupun hanya dengan kata-kata seperti "Wahai kau Irma anaknya Pak Anu". 

Hahahahaha membayangkannya saja masih bisa bikin aku tertawa.

Cinta Segitiga Khas Remaja | Parable Love Triangle

Sekarang kita ke pembahasan kedua yang menjadi konflik di novel ini.

Masalah remaja memang tidak jauh dari cinta, pertemanan, dan remedial. Rasanya tidak lengkap kalau melewatkan masa remaja tanpa masalah cinta, tidak akan ada kisah yang bisa diceritakan nanti ke anak cucu gitu, Hahahaha.

Novel Parable ini, karena bertemakan remaja, konfliknya pasti tidak jauh dari percintaan. Namun, konflik percintaan yang ditonjolkan di sini tidak seperti biasanya. Ketika novel lain mungkin membahas perebutan antara dua wanita cantik dan satu laki-laki tampan. Kalau di sini, sangat berbeda. 

Novel ini menawarkan kisah percintaan yang sangat berbeda. Yang akan bikin para cowo-cowo di luar sana tidak akan lagi memimpikan wajah tampan bak anggota BTS.

Kesan dan Pesan Moral Novel Parable

Kalau kamu perlu novel komedi ringan tanpa peduli genre, coba baca Parable saja. Novel ini benar-benar bisa menghibur pembaca dengan lawakannya. Dari awal sampai akhir cerita, aku dibuat terpingkal tanpa henti. Meskipun aku baca novel ini dua kali, komedi yang ada di sini selalu berhasil bikin aku terpingkal.

Memang ada beberapa lawakan yang menurutku agak terlalu. Tapi balik lagi, kita harus bijak dalam menilai suatu karya. Karena ini pada dasarnya novel komedi, ya sudah, jangan sampai diambil hati.

Selain konflik percintaan dan persahabatan, masalah pribadi Dewa juga jadi bahan sorotan di sini. Dan di akhir, ada misteri yang berkenaan dengan Edo yang kalau kamu baca, pasti tidak akan menyangka sama sekali.

Ada beberapa pesan moral yang bisa kita ambil dari novel ini;
  1. Persahabatan dan cinta yang tulus tanpa memandang status
  2. Bijaklah dalam menilai orang. Orang dengan tampang sangar belum tentu jahat, dan orang dengan tampang bak malaikat belum tentu baik. 
  3. Tidak perlu merasa malu dengan keadaanmu yang sulit. Yang harus malu adalah orang-orang yang tidak punya apa-apa tapi mengaku punya segalanya.
  4. Hadapilah semua masalahmu dengan senyuman. Senyum bisa membantu meringankan bebanmu.

Novel Parable karya Brian Khrisna setebal 686 halaman ini sangat aku rekomendasikan untuk dibaca. Apalagi kalau kamu memang lagi butuh hiburan dikala stress menyerang.

Untuk review buku lainnya bisa klik menu Books
Kerjasama review dan lainnya bisa email ke ikarireads@gmail.com

Posting Komentar

0 Komentar