Review Novel Loveless Karya Hifumi Gintsuki

Review Novel Loveless Karya Hifumi Gintsuki

Kali ini ada novel dari penulis Indonesia yang menitipkan novelnya untuk aku review. Yaitu dari Hifumi Gintsuki.

Seperti yang aku bilang, Hifumi ini penulis Indonesia namun menggunakan nama pena ke-Jepang-jepangan. Aku bisa tebak bahwa Hifumi ini memang suka anime dan kultur Jepang deh. Terbukti dari nama pena serta premis yang ditawarkan oleh Hifumi dalam novelnya.

Novel yang berlatar di Tokyo, Jepang, dengan mengangkat tema percintaan manusia biasa dengan kepala mafia serta konflik yang terjadi di dalam internal 5 kelompok mafia bernama Go Dai Akuto.

Penasaran gak sama ceritanya seperti apa? Mari kita langsung aja ke sinopsisnya terlebih dahulu.

SINOPSIS NOVEL LOVELESS

Kondo Michiru adalah seorang anggota polisi yang hidupnya sangat tidak beruntung. Orang tuanya meninggalkan banyak hutang, dan dia mau tidak mau harus melunasi hutang-hutang tersebut. Jika tidak, Michiru-lah yang akan jadi korban kebiadaban para lintah darat.

Pada suatu malam, sepulang kerja, Michiru bertemu dengan para preman yang sedang memukuli seorang pria. Michiru berusaha menolong pria tersebut, meski awalnya ragu. Namun, dia malah dipecat dari kantor dan terpaksa menjadi bodyguard kepala mafia karena insiden malam itu.

Tidak berhenti disitu, Michiru juga terlibat cinta dengan kepala mafia, dan terlibat konflik internal para kelompok mafia yang bernama Go Dai Akuto.

REVIEW NOVEL LOVELESS

Sekarang kita akan masuk ke review novel Loveless. Mulai dari premis, alur, penokohan, menggunakan opini pribadi sebagai pembaca.

Aku akan mulai dari kelebihan novel Loveless terlebih dahulu.

Pertama, premis cerita di novel Loveless ini sangat menarik. Ketika ada gadis miskin biasa yang tiba-tiba bisa menggaet hati sang kepala mafia yang terkenal kejam dan licik. Selain itu juga ada cerita konflik internal dari semua keluarga mafia di tingkat 5 besar. Bakal se-chaos apa gitu kan.

Kedua, secara alur cerita juga alurnya rapi banget. Mulai dari perkenalan tokoh utama, terus perkenalan tokoh kedua. Cerita pertemuan tokoh pertama dan kedua. Konflik antar tokoh, dan konflik inti cerita, semua dibuat sangat rapi untuk ukuran novel tanpa editor. Udah confirm ke penulis bahwa penulis hanya melakukan self editing sebelum novel terbit.

Ketiga, semua tokoh yang digunakan dalam novel ini buat aku sangat menarik untuk ditelisik lebih jauh. Mulai dari Michiru, Yoshiro, Si Kembar, Tetsuo, sampai masing-masing cerita dari kepala mafia. Sebenarnya, beberapa latar belakang para tokohnya sudah dijelaskan sih, meski gak semua ya. Tapi setidaknya ada sedikit gambaran karakter dari tokoh yang disebutkan.

Keempat, penggunaan istilah. Kagum sama penulis, karena dia menggunakan istilah Jepang seperti Go Dai Akuto, Oyassan, Meikyoku Kissa, dan masih banyak lagi. Jadi vibes Jepangnya terasa banget.

Sekarang kita masuk ke kekurangan novel Loveless. Hal ini udah aku confirm juga ke penulisnya jadi gak masalah kalau aku masukin di review kali ini.

Pertama, terlalu banyak pemborosan kata. Kenapa aku bilang gini, karena ada beberapa kalimat yang penggunaannya tidak dimaksimalkan. Contohnya, “Yang disetirkan oleh sang asisten pribadi yang memakai kacamata.” Kenapa gak disederhanakan aja jadi “Seperti biasa, Yoshiro diantar ke apartemennya oleh sang asisten bermata empat”.

Karena sekelas kepala mafia seperti Yoshiro ini, agak aneh kalau nyetir mobil sendiri. Tinggal di apartemen meski mewah aja udah aneh. Karena biasanya kan punya rumah tapak yang luasnya kebangetan dan diwariskan turun temurun. Tapi hal ini akan terjawab nanti di bab latar belakang Yoshiro.

Kedua, SPOK-nya kurang tertata rapi dan bahasa yang digunakan juga kurang konsisten. Karena sepanjang cerita aku agak bingung nih sama bahasanya. Contohnya tadi, “disetirkan, beberes, dan ada banyak lagi”. 

Misalnya nih, “nanti saja, kita harus beberes dulu di sini”. Kenapa gak pakai kalimat “nanti saja, kita harus bersihkan/rapikan dulu tempat ini” 

Ketiga, Paragraf terlalu panjang. Ada beberapa halaman yang paragrafnya ini tuh gak dipecah sama sekali, mulai dari awal paragraf di halaman sebelumnya, dan berakhir di 2 halaman setelahnya. Jujur aja, paragraf terlalu panjang begini bikin capek pembaca.

KESIMPULAN

Secara keseluruhan, aku suka dengan cerita di novel ini. Aku menyelesaikan novel ini juga gak lama, cuma seminggu kalau gak salah, dengan total 430 halaman.

Itu udah rekor banget buat buku bantal macam begini. Karena biasanya dengan kecepatan membaca seperti sekarang, bisa saja buku bantal ini habis dalam 2-3 minggu.

Ceritanya nagih, penulis berhasil membuat penasaran para pembaca di setiap akhir bab, menjadikan pembaca ingin baca lagi dan lagi. Gak terasa ternyata sudah mendekati akhir.

Novel Loveless ini aku bisa rekomendasikan untuk kamu para remaja yang suka dengan novel percintaan tema cowok bad boy tapi romantis. Dengan kisah cinta yang gak menye-menye, karena di buku ini kamu akan menemukan kisah heroik menarik lainnya.

Jadi segitu dulu review novel Loveless kali ini, terima kasih sudah menyimak. Sampai jumpa di review selanjutnya.

Video Review Via Youtube


Kerjasama/Affiliator untuk promosi buku di blog ini bisa kirim email ke nurhayati.irma20@gmail.com dengan subjek "KERJASAMA REVIEW BUKU".

Posting Komentar

0 Komentar