Rekomendasi Buku Ringan Buat Temani Perjalanan Jauh, Biar Gak Kerasa Lama di Jalan


Perjalanan jauh itu kadang bukan soal capeknya, tapi gimana cara kita mengisi waktu biar gak kerasa lama. Daripada bengong atau scroll HP terus, banyak orang sekarang mulai balik lagi ke kebiasaan lama yang ternyata masih relevan, baca buku. Apalagi kalau kamu lagi dalam perjalanan dengan bus, ritmenya cenderung stabil, jadi lebih enak buat fokus tanpa terlalu banyak distraksi.

Buku yang cocok dibawa juga gak perlu yang berat atau ribet. Justru yang ringan, alurnya ngalir, dan bisa dibaca putus nyambung itu yang paling pas. Jadi kalau kamu berhenti sebentar atau ketiduran, gak perlu bingung lanjutnya dari mana.

Nah, ini beberapa rekomendasi buku yang cocok banget buat nemenin perjalanan jauh kamu.

1. The Little Prince – Antoine de Saint-Exupéry

Buku ini bisa dibilang pendek, tapi isinya dalam banget. Ceritanya tentang seorang pilot yang ketemu Pangeran Kecil dari planet lain. Dari situ, mereka ngobrol banyak hal tentang hidup, hubungan, dan cara manusia melihat dunia.

Bahasanya ringan, tapi tiap bagian kayak punya makna tersembunyi. Cocok dibaca sambil lihat pemandangan di luar jendela, vibes-nya dapet banget. Ini tipe buku yang bisa kamu selesaiin sekali duduk, tapi efeknya kepikiran lama.

2. Maybe Someday – Colleen Hoover

Kalau kamu lagi pengen bacaan yang lebih emosional, ini pilihan yang aman. Ceritanya tentang Sydney yang hidupnya berubah setelah tahu orang-orang terdekatnya mengkhianatinya. Lalu dia ketemu Ridge, musisi yang punya cara pandang berbeda tentang hidup dan hubungan.

Dialognya kuat, konfliknya dapet, tapi tetap enak diikuti. Gak terlalu berat, tapi juga gak kosong. Cocok buat kamu yang pengen cerita yang relate dan agak nyentuh.

3. Architecture of Love – Ika Natassa

Buku ini punya suasana yang tenang dan dewasa. Ceritanya tentang Raia yang pergi ke New York buat menyembuhkan diri dari masa lalu, lalu ketemu River, sosok yang kalem tapi penuh misteri.

Yang bikin enak dibaca itu bukan cuma ceritanya, tapi juga setting-nya. New York digambarkan dengan detail yang bikin pembaca kayak ikut jalan-jalan. Pas banget buat nemenin perjalanan panjang, apalagi kalau kamu lagi pengen sesuatu yang santai tapi tetap meaningful.

4. Normal People – Sally Rooney

Buku ini lebih ke arah realistis, tentang hubungan dua orang yang kompleks. Connell dan Marianne punya latar belakang berbeda, tapi saling terikat dalam hubungan yang gak selalu mudah.

Ceritanya gak dramatis berlebihan, tapi justru itu yang bikin terasa nyata. Banyak momen hening, awkward, dan penuh makna. Cocok buat kamu yang suka cerita karakter-driven.

5. Critical Eleven – Ika Natassa 

Ini salah satu novel Indonesia yang cukup kuat secara emosional. Ceritanya tentang Ale dan Anya yang bertemu di pesawat, lalu menjalin hubungan hingga menikah. Tapi hidup mereka berubah setelah kehilangan anak pertama.

Walaupun temanya cukup berat, cara penyampaiannya tetap enak diikuti. Gak terlalu teknis, lebih ke perjalanan batin dua orang yang mencoba bertahan.

6. The Catcher in The Rye – J.D. Salinger 

Buat kamu yang suka cerita klasik, ini wajib masuk list. Holden Caulfield, tokoh utamanya, adalah remaja yang lagi mencari jati diri di tengah dunia yang menurutnya penuh kepalsuan.

Ceritanya sederhana, tapi penuh refleksi. Kadang sinis, kadang jujur banget. Enaknya buku ini, kamu bisa baca pelan-pelan tanpa harus buru-buru selesai.

7. Rudy Habibie – Gina S. Noer

Kalau lagi butuh bacaan yang inspiratif, ini pilihan yang pas. Ceritanya tentang masa muda B.J. Habibie, mulai dari perjuangan belajar sampai jadi sosok penting di dunia teknologi.

Gak cuma soal prestasi, tapi juga tentang proses, kegigihan, dan nilai hidup. Cocok banget buat kamu yang pengen bacaan yang memotivasi tapi tetap ringan.

8. Pulang – Tere Liye

Buku ini punya cerita yang cukup kompleks, tapi tetap enak diikuti. Bujang, tokoh utamanya, hidup di dunia yang keras dan penuh konflik. Dari situ, dia belajar banyak hal tentang kekuatan, kepercayaan, dan arti pulang.

Ceritanya cukup panjang dibanding yang lain, tapi tetap bisa dinikmati bertahap. Jadi cocok juga buat perjalanan yang cukup lama.

9. Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini – Marchella FP

Kalau kamu gak mau baca novel panjang, ini pilihan paling santai. Isinya kumpulan tulisan pendek yang relatable banget sama kehidupan sehari-hari.

Bisa dibuka di halaman mana aja, dibaca sebentar, lalu ditutup lagi. Cocok banget buat kamu yang pengen bacaan ringan tanpa komitmen panjang.

Baca buku selama perjalanan itu sebenarnya bukan cuma soal mengisi waktu, tapi juga bikin perjalanan terasa lebih cepat dan menyenangkan. Apalagi kalau kamu naik transportasi darat, durasi yang panjang bisa jadi momen yang pas buat “me time”.

Tapi selain buku, ada satu hal yang sering dilupakan, kenyamanan selama perjalanan itu sendiri. Karena seasyik apapun bacaan kamu, kalau kondisi perjalanan gak mendukung, tetap aja susah menikmati. 

Makanya, kalau mau ga mabok selama di perjalanan, pastiin juga nyari bus yang nyaman selama dipake perjalanan, posisi duduk, suspensi, sampai ruang kaki itu ngaruh banget. 

Untuk hal itu, kamu bisa cari PO Bus yang bisa provide semua kebutuhanmu, misalnya ada PO Bus Pijar Utomo (cuma saran aja).

Akhirnya, kombinasi antara bacaan yang tepat dan perjalanan yang nyaman bisa bikin pengalaman kamu jauh lebih enjoyable. 

Jadi, sebelum berangkat, jangan lupa siapin satu atau dua buku dari list ini. Siapa tahu, perjalanan kamu kali ini bukan cuma soal sampai tujuan, tapi juga soal cerita yang kamu temui di sepanjang jalan.

Posting Komentar

0 Komentar